artikel bulu tanperlengkapan bulu tangkisgkis

Artikel Bulu Tangkis Lengkap | Sejarah | Permainan | Lapangan | Peralatan

Artikel Bulu Tangkis – Perubahan Bulutangkis di Indonesia tidak bisa dipisahkan dengan perubahan bangsa Indonesia, semenjak waktu sebelum revolusi fisik, pergerakan kemerdekaan, s/d periode pembangunan waktu orde baru saat ini.

Sebagian orang Belanda membawa type cabang. berolahraga ini, dan pelajar-pelajar Indonesia yang pulang belajar dari luar negeri, secara cepat jadikan cabang berolahraga ini disukai penduduk.

Berikut ini rangkuman singkat artikel bulu tangkis:

Artikel Sejarah Bulu Tangkis

artikel bulu tangkis

Pada seputar tahun 40 – an, cabang ini sudah merasuk di tiap-tiap pelosok penduduk. Akan tetapi cabang berolahraga ini baru temukan bentuk organisasinya sesudah tiga tahun diadakan PON I di Solo 1948.

Persisnya tanggal 5 Mei 1951, Persatuan Bulutangkis Indonesia baru tercipta disingkat PBSI di kota Bandung. Pekerjaan yang meriah, laga pertandingan yang teratur, kurun waktu tujuh tahun sudah membawa hasil yang positif yaitu kesuksesan merampas Thomas Cup, simbol supremasi dunia Bulutangkis.

Hampir tidak dapat diterima akal menurut pertimbangan ilmiah, bangsa yang barusan hancur karena perang kemerdekaan, nyatanya dapat mencapai prestasi cemerlang didunia internasional.

Kesuksesan ini tidak saja mengagetkan dari makna prestasi, tapi juga memberi dampak yang mantap. Kesuksesan itu sekaligus juga menarik perhatian pemerintah penduduk, hingga semenjak tahun 1958 itu, PBSI tak akan bekerja seseorang diri.

Tidak saja hasil di Thomas Cup, mulai sejak itu beberapa pemain Indonesia dapat tunjukkan prestasinya di beberapa kompetisi internasional, seperti All England, Asian Games, Uber Cup serta lain-lainnya.

Oleh karena perubahannya cukup sudah luas, karena itu butuh dibangun organisasi yang akan mengatur pekerjaan bulutangkis. Organisasi itu dinamakan “Internasional Badminton Federation” (IBF) pada tanggal 5 Juli 1934.

Di Indonesia sendiri dibuat organisasi induk tingkat nasional yakni Persatuan Bulutangkis Semua Indonesia (PBSI) pada tanggal 5 Mei 1951. Lalu pada tahun 1953 Indonesia jadi anggota IBF. Dengan begitu Indonesia memiliki hak untuk ikuti perandingan-pertandingan Internasional.

Artikel Permainan Bulu Tangkis | Ketentuan

artikel bulu tangkis

Ketentuan permainan bulutangkis diputuskan oleh WBF (World Badminton Federation). Beberapa ketentuan itu merupakan :

1. Ukuran Lapangan

a. Garis didalam lapangan diikuti dengan warna putih, hitam, atau warna yang lain yang tampak jelas, dengan tebal garis 3, 8 cm (1½ inci). Dalam menandai lapangan, lebar dari garis tengah lapangan mesti dibagi dua, sama pada bagian servis kanan serta kiri.

Ketebalan garis servis pendek serta garis servis panajng (semasing 3, 8 cm atau (1½ inci) mesti ada didalam ukuran 13” atau sama juga dengan 3, 96 m yang tercantum menjadi panjang lapangan servis.

Serta ketebalan dari semua garis batasnya (semasing 3, 8 cm atau 1½ inci) mesti ada dalam batas ukuran yang sudah dipastikan.

b. Bila ruangan yang ada tidak sangat mungkin pemberian sinyal batas lapangan untuk permainan ganda, bisa dibikin pertanda cuma untuk permainan tunggal.

Garis batas belakang juga jadi garis servis panjang, serta tiang-tiang atau garis batas pada jaring akan diletakkan pada garis samping lapangan.

2. Tiang

Tinggi ke-2 tiang merupakan 155 cm (5 kaki 1 inci) dari lantai. Tiang mesti kuat, supaya jaring tegang serta lurus serta diletakkan pada garis batas samping lapangan.

3. Jaring

Jaring mesti dibikin dari tali halus yang dibuat serta dijala dengan jaring 1, 6 cm s/d 2, 0 cm. Selain itu, jaring mesti terentang 76 cm. Ujung atas jaring mesti ada 152 cm (5 kaki) dari lantai pada pertengahan lapangan serta 155 cm dari lantai pada tiang-tiangnya.

Oleh karena itu jaring mesti memiliki pinggir dari pita putih selebar 3, 8 cm, dan sisi tengah pita itu di dukung oleh kawat atau tali, yang ditarik serta ditegangkan dari ujung-ujung tiang.

4. Kok atau Shuttlecock

Suatu shuttlecock mesti mempunyai berat 4, 8-5, 6 gr serta memiliki 14-16 helai bulu yang dilekatkan pada kepala dari gabus yang berdiameter 2, 5-2, 9 cm.

Panjang bulu dari ujung bawah sampai ujung yang melekat pada basic gabus kepalanya merupakan 6, 2 – 6, 9 cm. Bulu-bulu ini menebar menjauhi gabus serta berdiameter 5, 5-6, 3 cm pada ujung bawahnya, dan diikat dengan benang atau bahan lainnya pas hingga kuat.

5. Pemainartikel bulu tangkis

Permainan mesti dimainkan oleh semasing satu permainan di satu bagian lapangan (pada permainan tunggal) atau semasing dua pemain di satu bagian (pada permainan ganda).

Bagian lapangan tempat team yang mendapatkan giliran lakukan servis diberi nama bagian dalam (inside), sedang bagian yang timnya terima servis diberi nama bagian luar (outside).

6. Pengundian

Sebelum laga diawali, wasit menyebut ke-2 team/pemain yang berlawanan untuk mengundi pihak yang memiliki hak lakukan servis pertama serta pilih bagian lapangan buat timnya untuk mengawali permainan.

7. Penilaian

Dalam artikel bulu tangkis ada banyak jenis penilaian :

a. Jumlahnya nilai (score) permainan ganda atau tunggal putra, terdiri atas 15 angka, seperti yang sudah dipastikan awal mulanya. Contohnya, dalam laga dengan nilai 15, jika kedua pihak sudah sampai angka 14 sama.

Pihak yang pertama-tama mendapatkan angka 14 bisa memberikan nilai akhir dengan 3 angka (diketahui dengan sebutan setting game).

Bila laga sudah diputuskan (diset), karena itu nilai awal yang dipastikan diberi nama “love-all”. Pihak pertama yang sampai angka 3 dinyatakan menjadi pemenang.

b. Jumlahnya score pada laga tunggal putri merupakan 11 angka. Bila sudah diraih angka 10-10, karena itu pihak yang lebih dulu sampai angka 10 memiliki hak meningkatkan nilai penambahan akhir dengan 3 angka.

Pihak yang pertama sampai 3 angka dinyatakan menjadi pemenang. c. Ke-2 pihak yang berlaga akan mainkan tiga sel laga untuk memastikan pemenang. Pemain yang dapat memenangi lebih dulu 2 sel laga (2 games) akan dinyatakan menjadi pemenang.

Pemain akan bertukar bagian lapangan (tempat) pada tiap-tiap akhir satu game. Pada game ke-3, pemain akan beralih lapangan saat nilai akhir sampai :

1) Score 8 pada laga dengan 15 angka
2) Score 6 pada laga dengan 11 angka
3) Score 11 pada skema reli point 21 angka

Info :

Dalam artikel bulu tangkis ketentuan reli point merupakan 1 game terdiri atas 21 point. Bila ke-2 pemain sampai point 20-20, karena itu terjadi deuce (yus). Pemenang bisa dipastikan bila sudah muncul selisih 2 point (contohnya 22-20).

Jika selisih masih tetap 1 point (21-20), pemenang belumlah bisa dipastikan. Angka optimal setiap game merupakan 30. Dengan begitu, bila berlangsung point 29-29, karena itu pemenangnya merupakan pemain yang lebih dulu sampai angka 30.

8. Laga Ganda

Dalam artikel bulu tangkis ketentuan dalam laga ganda merupakan seperti berikut :

a. Sudah diputuskan pihak mana yang akan lakukan servis pertama pemain di bagian servis kanan mengawali pukulan servis mengarah lawan yang berdiri dengan diagonal didepannya.

b. Pukulan servis pertama yang dikerjakan pihak ada disamping dalam lapangan tetap dikerjakan dari bagian servis kanan.

c. Cuma pemain sebagai “sasaran” servis saja yang bisa terima servis. Bila shuttlecock tersentuh atau dipukul oleh pemain pasangannya, pihak yang ada disamping dalam mendapatkan angka.

d. Cuma satu pemain kepada pihak yang lakukan servis permulaan atau pertama dari satu laga yang bisa lakukan pukulan servis itu.

e. Bila seseorang pemain lakukan servis yang tidak pada gilirannya atau dari bagian lapangan yang salah, serta pihak yang lakukan servis yang memenangi reli itu, maka dapat berlangsung let kembali yang perlu diserahkan sebelum pukulan servis tersebut dikerjakan.

9. Laga Tunggal

Dalam laga tunggal, ketentuan 8a serta 8e laku pada laga tunggal. Penambahan ketentuan untuk laga tunggal merupakan seperti berikut :

a. Permaianan akan lakukan servis dari atau terima servis dari bagian servis kanan cuma jika nilai aktor servis merupakan 0 atau angka genap. Servis dikerjakan serta di terima dari bagian servis kiri jika nilai aktor servis adalah angka ganjil.

b. Ke-2 pemain yang berlaga akan merubah bagian servis tempat semasing pemain itu berdiri setiap saat suatu angka dibikin.

10. Kesalahan

Kekeliruan yang dikerjakan pemain yang ada pada bagian dalam lapangan akan menggagalkan servis yang dikerjakannya.

Bila kekeliruan dikerjakan oleh pemain yang ada disamping luar (bagian lapangan yang terima servis), karena itu satu angka didapat pihak yang ada disamping dalam (bagian lapangan yang lakukan servis).

11. Kekeliruan berlangsung jika

a. Waktu lakukan servis, tempat shuttlecock ketika disentuh raket ada diatas ketinggian pinggang pemain ; atau salah satunya sisi dari kepala raket ada pada tempat tambah tinggi dari salah satunya sisi tangan aktor servis yang memegang raket saat shuttlecock disentuh raket.

b. Waktu lakukan servis, shuttlecock jatuh ke bagian servis yang salah yaitu ke bagian yang tidak bertemu diagonal dengan aktor servis ; atau jatuh di muka garis servis pendek / jatuh dibelakang garis servis panjang / jatuh diluar garis batas samping lapangan.

c. Kaki aktor servis tidak ada dalam bagian servisnya, atau kaki penerima servis tidak ada dalam bagian servisnya yang terdapat bersebarangan diagonal serta bagian servis aktor servis, sampai pukulan servis tuntas dikerjakan.

d. Sebelum atau saat lakukan servis, salah satunya pemain lakukan gerak tipu atau pura-pura atau dengan menyengaja mengagetkan lawannya.

e. Pada servis maupun tengah reli, shuttlecock jatuh diluar garis batas lapangan, melayang-layang tembus atau dibawah jaring, menyentuh langit-langit, menyentuh dinding samping, atau menyentuh badan atau baju pemain.

f. Shuttlecock yang tengah dalam permainan dipukul sebelum menyeberang ke bagian lapangan pihak yang lakukan pukulan.

g. Waktu shuttlecock dalam permainan, pemain menyentuh jaring atau tiang penyangga dengan raket, anggota badan, atau pakaiannya.

h. Shuttlecock melekat pada raket waktu pukulan dikerjakan atau shuttlecock dipukul 2x berurutan.

i. Waktu dalam permainan, seseorang pemain tersentuh shuttlecock saat ia ada didalam atau diluar batas lapangan.

j. Pemain menghalang-halangi lawan.

12. Umum

a. Aktor servis tidak bisa lakukan servis sampai penerima servis dalam kondisi siap. Penerima servis dipandang siap bila ia lakukan pergerakan untuk terima servis yang sudah dipikirkan.

b. Aktor serta penerima servis mesti berdiri didalam batas bagian servisnya semasing serta sisi dari ke-2 kaki pemain ini mesti masih bersentuhan dengan lantai, dalam tempat diam, sampai shuttlecock disentuh raket.

c. Ketentuan

1) Bila waktu servis atau reli, shuttlecock menyentuh serta tidak melampui jaring, karena itu hal tersebut dipandang tidak resmi.

2) bila waktu servis serta reli, shuttlecock terlibat pada net, karena itu diserahkan let.

3) bila penerima servis dinyatakan salah karena berjalan ketika servis tengah dikerjakan, atau karena tidak ada dalam batas bagian servis yang semestinya, sesaat ketika yang sama aktor servis juga dinyatakan lakukan kekeliruan, karena itu diserahkan let.

4) Bila diserahkan let, permainan yang berlangsung servis semenjak servis paling akhir yang benar, tidak dihitung. Pemain yang barusan lakukan servis akan lakukan servis lagi, terkecuali bila ketentuan lainnya sudah diputuskan.

d. Bila aktor servis ketika lakukan servis tidak tentang shuttlecock, karena itu ia dipandang lakukan kekeliruan (fault) ; tapi bila shuttlecock tersentuh raket, servis sudah dipandang sudah dikerjakan.

e. Bila dalam permainan shuttlecock menyentuh jaring serta masih terlibat dari sana, atau menyentuh jaring serta jatuh di tempat pemukulnya, atau menyentuh lantai di luar lapangan

Serta pemain lawan menyentuh jaring atau shuttlecock dengan raket serta tubuhnya, karena itu tidak ada finalti, karena shuttlecock dipandang dalam permainan.

f. Bila pemain memukul shuttlecock dengan arah ke bawah, saat ada dekat jaring dengan keinginan jika shuttlecock akan terpukul kembali olehnya, hal seperti ini dipandang menghalangi
lawan.

Karena itu wasit harus mengatakan kekeliruan (fault) atau let, bila hal itu berlangsung tanpa pemain mengajukannya. Bila pemain ajukan hal itu, karena itu wasit mesti memberi ketetapan.

13. Kontinuitas Permainan

Permainan mesti berkepanjangan dari servis yang pertama sampai akhir laga, saat team menang ditetapkan seperti contoh artikel bulu tangkis di bawah ini. Terkecuali :

a. Pada internasional Badminton Championship serta Ladies Internasional Badminton Championship mesti diizinkan satu waktu istirahat (tidak lebih dari 5 menit) yaitu pada laga ke-2 serta ke-3.

b. Di daerah yang keadaan cuacanya mengakibatkan waktu istirahat diperlukan (optimal 5 menit), yaitu pada laga ke-2 serta ke-3, baik untuk tunggal, ganda atau kedua-duanya.

c. Karena kondisi yang tidak terhindar oleh pemain, wasit bisa tunda permainan sampai waktu yang menurut pertimbangannya diperlukan.

Artikel Bulu Tangkis Teknik Dasar

Dalam bermain bulu tangkis, kita membutuhkan tehnik yang pas supaya permainan kita tidak jelek atau setidak dapat memukul kok lebih kuat karena memakai tehnik yang pas. Berikut artikel bulu tangkis teknik dasar :

1. Langkah Memegang Raket (Grip)

Ada 2 langkah yang bisa kita pakai untuk memegang raket dengan benar, yakni forehand grip serta backhand grip.

a. Forehand Grip

Pegangan forehand (pegangan basic) Pegangan ini bisa didapatkan lewat cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama juga dengan tempat tangan tengah bersalaman.

b. Backhand Grip

Pegangan ini bisa didapatkan dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehead.

Itulah rangkuman artikel bulu tangkis, mohon maaf jika ada yang kurang. Karena penulis memang membuantya sesingkat mungkin agar lebih enak dibaca dan tentunya tidak membuat pusing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *