Kebiasaan Orang Bali yang Unik dan Berhasil Memikat Hati Wisatawan

KEBIASAAN ORANG BALI – Pulau Dewata Bali termasuk salah satu magnet wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Indonesia. Bali memang menawarkan destinasi wisata yang sangat mencuri perhatian.

Tak hanya wisatanya saja, banyak wisatawan mancanegara yang merasa takjub dengan kebiasaan orang Bali. Selain terkenal ramah dan murah senyum, rutinitas orang Bali juga dinilai unik. Adapun kebiasaan unik yang sering dilakukan orang Bali akan kami bagikan pada ulasan berikut ini.

Kebiasaan Orang Bali

Kebiasaan Orang Bali

Bali memiliki adat istiadat dan kebiasaan yang kental. Bahkan ada beberapa kebiasaan orang Bali yang tak bisa anda temukan di daerah lainnya. Langsung saja, berikut beberapa kebiasaan unik yang dilakukan orang Bali selengkapnya.

Murah Senyum dan Mudah Akrab

 

Orang Bali memang terkenal murah senyum. Hal ini tentu saja menjadi kenyamanan tersendiri ketika berada di Bali. Tak hanya murah senyum, orang-orang asli Bali juga mudah akrab dengan para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Dengan senang hati, orang Bali pasti mau membantu anda untuk mengenal Bali secara lebih dalam.

Takut Tidur

Orang Bali memiliki kebiasaan tidur unik yang sangat terkenal, bahkan hingga ke mancanegara. Konon masyarakat Bali memiliki kebiasaan takut tidur. Kebiasaan ini juga disebut dengan istilah poeles todoist.

Bukannya orang Bali takut untuk tidur, istilah yang satu ini sebenarnya lebih mengarah kepada orang Bali yang secara tiba-tiba tertidur sangat pulas untuk menghilangkan stress ataupun rasa takut. Entah bagaimana cara melakukannya.

Kebiasaan merayakan hari raya Nyepi membuat turis merasa heran. Hal ini dikarenakan saat nyepi, semuanya benar-benar sangat sepi dan bahkan jalanan pun tidak beraktifitas.

Umat Hindu di Bali tak keluar rumah ketika hari raya Nyepi. Maka dari itu, anda tak akan menemui banyak orang di hari tersebut.

Ritual Kesurupan Masal

Kesurupan masal di Bali umumnya terjadi karena suatu ritual yang dilakukan dalam delapan hari usai perayaan kuningan atau yang juga dikenal dengan istilah ritual pengrebonan. Ritual yang satu ini seringkali diadakan di suatu pura yang sangat terkenal di Bali, yaitu Pura Petilan Kasiman.

Upacara Potong Gigi

Kebiasaan unik ini seringkali dilakukan oleh orang Bali, khususnya umat Hindu dengan maksud serta filosofi untuk menghilangkan sifat buas yang ada di dalam diri seseorang.

Upacara mengikir atau memotong gigi ini lebih dikenal dengan istilah mepandes atau matatah. Adapun orang yang dipotong giginya hanyalah remaja yang mulai menginjak dewasa.

Mesaiban

Mesaiban adalah ritual yang memiliki tujuan untuk melakukan persembahan pada Bhuta Kala. Ritual ini dilakukan setiap pagi usai ibu-ibu memasak dan sebelum dimulainya sarapan.

Kebiasaan ini dilakukan sebagai wujud terimakasih atas apa yang didapat hari ini dan harapan supaya Bhuta Kala tak mengganggu aktifitas manusia.

Melasti

Melasti adalah upacara keagamaan yang dilakukan dengan prosesi berjalan secara beriringan, baik dengan berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan bermotor.

Upacara ini dilakukan dengan membawa dan mengusung segala bentuk benda sakral yang ada di sebuah pura untuk menuju sumber air. Misal laut atau mata air. Ritual yang juga dikenal dengan istilah upacara Ngaben ini diikuti oleh banyak orang.

Memenjor

Kebiasaan memasang penjor ini sangat lekat dengan orang Bali. Keberadaan penjor ini tak hanya sebagai hiasan ataupun dekorasi saja, melainkan juga bermakna sakral untuk kebutuhan kegiatan keagamaan.

Penjor ini pun juga digunakan untuk menyimbolkan gunung yang memberikan kesejahteraan serta keselamatan. Penjor juga menjadi simbol dari Naga Basukih yang tak lain adalah lambang kemakmuran.

Ketika hari raya Galungan, di sepanjang jalan Bali akan banyak ditemukan penjor yang berderet.

Saling Berbagi dan Saling Menghormati

Orang Bali mempunyai budaya dasar, yakni saling berbagi serta saling menghormati. Hal tersebut ada di dalam konsep ajaran Tat Twam Asi.

Orang Bali sangat percaya bahwa saat menolong orang, pasti suatu saat nanti anda akan ditolong oleh orang lain. Begitu pula dengan saling berbagi. Orang Bali percaya bahwa semuanya itu adalah saudara.

Ritual Keagamaan Setiap Hari

Orang Bali memiliki kebiasaan beribadah dan melakukan ritual setiap harinya, baik di rumah atau di pura. Saat anda liburan ke Bali, pasti anda akan menjumpai orang Bali yang membawa baki lengkap dengan sesajen untuk ritual keagamaan.

Canang Sari

Canang Sari adalah perlengkapan upacara keagamaan yang paling penting serta utama di Bali. Perlengkapan ini berfungsi untuk persembahan, baik di pura, di rumah, di jalan, maupun di tempat yang dikeramatkan.

Kebiasaan orang Bali atas persembahan tersebut bertujuan untuk makhluk alam lain (Bhuta Kala) supaya lingkungan tetap nyaman, aman, serta tidak diganggu.

Pemakaman Trunyan

Orang Bali, khususnya yang tinggal berdekatan dengan Desa Trunyan, Kintamani, memiliki kebiasaan yang tidak kalah unik.

Mereka tak menguburkan ataupun mengkremasi jenazah orang yang sudah meninggal, akan tetapi meletakkannya di dekat sebuah pohon yang mempunyai aroma sangat harum. Pohon ini disebut dengan pohon Taru Menyan. Aroma yang dihasilkan pohon ini bisa menetralisir bau mayat-mayat tersebut.

Kebiasaan Makan Orang Bali

Kebiasaan orang Bali yang unik juga bisa dilihat dalam hal makan. Adapun kebiasaan unik perihal makan yang dilakukan orang Bali diantaranya yaitu:

Ngejot

Kebiasaan ini berupa saling memberi makanan kepada sesama dan kepada warga lainnya yang tak melakukan hajatan. Hal ini dikarenakan tidak setiap upacara keagamaan Bali tersebut dilakukan secara bersamaan.

Sebut saja upacara keagamaan yang berkaitan dengan manusia seperti halnya otonan, upacara di pura pekarangan, 3 bulanan, dan syukuran. Bahkan tradisi ngejot ini tak hanya untuk kalangan orang Bali Hindu saja, akan tetapi juga antara umat Hindu dengan umat non Hindu.

Hal ini tentu saja bisa memperkuat ikatan sosial di masyarakat dan dapat saling mengenal secara baik. Kebiasaan ini bisa memperkuat ikatan persaudaraan dengan sesama tanpa memandang agama ataupun latar belakang.

Sebelum pulang, orang Bali senantiasa menawarkan tamunya untuk menikmati sajian makanannya terlebih dahulu. Hal ini menjadi bagian dari sopan santun yang identik dengan orang Bali kepada semua tamu yang datan

Orang Bali tak akan merasa sudah sarapan jika tidak ada sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk khas Bali. Selain itu, jika jajan, orang Bali pasti mencari segelas kopi hangat sebagai pendampingnya. Jika hal tersebut sudah dilakukan, maka akan lebih bersemangat mengawali hari.

Bagi Hasil Kebun Kepada Tamu

Selain menawarkan tamu untuk makan, anda yang bertamu ke rumah orang Bali juga bisa diberikan oleh-oleh yang berupa hasil kebun.

Kebiasaan orang Bali ini menjadi bagian dari keramahannya kepada semua tamu yang dinilai baik kepadanya. Jangan menolak karena mungkin saja menimbulkan sakit hati.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *