klasifikasi dan morfologi kacang tanah

Klasifikasi dan Morfologi Kacang Tanah

Apakah anda penyuka kacang tanah? Jika ya, tahukah anda bagaimana sejarah singkat, kalsifikasi serta morfologi dari kacang tanah? Jika masih belum, kami akan meberikan beberapa pengetahuan baru tenatang klasifikasi dan morfologi kacang tanah dalam artikel kali ini.

Klasifikasi Kacang Tanah

klasifikasi kacang tanah

Arachis hypogaea nama latin dari  kacang tanah adalah tanaman tahunan di Fabaceae (keluarga kacang) yang berasal dan dijinakkan di Amerika Selatan dan Tengah 3.500 tahun yang lalu dan sekarang tumbuh di daerah tropis di seluruh. Tanaman kacang memiliki batang proderen dan tumbuh sekitar 0,5 m.

Daunnya akan tumbuh hingga 6 cm. Tubular, bunga  memiliki 5 bagian berwarna kuning dan subur. Setelah penyerbukan, tangkai bunga memanjang, tumbuh hingga 6 cm dan mendorong kacang agar berkembang, sehingga buah harus digali dari tanah untuk dipanen. Buahnya adalah kacang polong polong yang tidak memiliki jahitan atau terbelah terbuka dengan bebas, biasanya mengandung 1 hingga 3 biji lunak (kadang-kadang sebanyak 6).

Bijinya mengandung hingga 50% minyak. Banyak jenis dari kacang tanah yang telah dikembangkan, yang memiliki bentuk pertumbuhan berbeda, ukuran, bentuk, rasa, dan penyakit serta ketahanan terhadap serangan serangga. Kacang tanah, yang tinggi protein dan vitamin B dan E, serta magnesium, mangan, dan fosfor, dimakan mentah atau direbus dan dipanggang sebagai camilan.

Morfologi dan kultivasi

morfologi kacang tanah

Kacang tanah adalah tanaman tahunan yang tumbuh hingga ketinggian 30 hingga 50 cm. Tanaman kacang tanah bisa tegak atau merunduk dengan akar yang berkembang baik. Daun akan tumbuh secara berlawanan dan menyirip dengan empat selebaran, setiap selebaran memiliki panjang 1 hingga 7 cm dan lebar 1 sampai 3 cm. 

Bunganya memiliki ukuran antara 1,0 hingga 1,5 cm, bewarna oranye kuning atau kuning cerah dengan urat kemerahan. Bunganya akan ada di dalam klaster aksila pada batang di atas tanah dan berlangsung hanya satu hari. Satu hingga beberapa bunga dapat hadir di setiap simpul dan biasanya lebih banyak pada simpul yang lebih rendah. Bunga pertama muncul pada 4 hingga 6 minggu setelah tanam dan produksi bunga maksimum terjadi 6 hingga 10 minggu setelah tanam.

8 hingga 14 hari setelah penyerbukan, tangkai pendek di dasar ovarium memanjang untuk membentuk struktur mirip benang yang dikenal sebagai akar lanjutab. Ini akan mendorong embrio turun 5 hingga 8 cm ke dalam tanah, di mana ia berkembang menjadi sebuah cikal bakal buah. Tempat untuk bakal buah memiliki panjang 3 hingga 7 cm, biasanya berisi satu hingga empat biji. 

Buah kacang tanah mencapai ukuran maksimum setelah 2 hingga 3 minggu di tanah, kandungan minyak maksimum dalam 6 hingga 7 minggu dan kandungan protein maksimum setelah 5 hingga 8 minggu. Tanaman kacang tanah matang setelah 7 sampai 9 minggu di tanah, kematangan yang diukur oleh kadar maksimum protein, minyak, bahan kering, dan bercak coklat di dalam biji. 

Kacang tanah biasanya membutuhkan minimal 100 hingga 150 hari dari penanamantergantung pada varietasnya. Pembungaan terus berlangsung dalam waktu lama dan biji atau buah akan berada pada semua tahap perkembangan saat panen. Akar kacang tanah pada akhirnya akan membusuk di tanah dan buah yang dihasilkan hilang selama panen ( biasanya mengandung satu hingga empat biji). 

Nah, demikianlah pembahasan tentang klasifikasi dan morfologi dari kacang tanah lengkap dengan beragam info tambahan yang akan menambah pengetahuan tentang kacang tanah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *