masjid agung demak malam hari

Masjid Agung Demak, Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

Masjid Agung yang berada di Demak merupakan sebuah masjid kuno milik kerajaan Demak. Karena terlalu kuno, masjid ini termasuk salah satu golongan masjid tertua di Indonesia. banyak masjid kuno dan tua di Indonesia jaman raja-raja terdahulu, dimana masjid tersebut sebagai tempat atau media para leluhur untuk menyebarkan agama Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia.

Melalui sejarah dan perjalanan panjang sebuah kisah para leluhur menyisakan sebuah bangunan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat, yaitu sebuah tempat peribadatan atau tempat beribadah yang sangat sakral.

Dari waktu yang cukup panjang membawa perubahan terhadap kondisi masjid, hingga akhirnya masjid ini juga masih layak dijadikan destinasi wisata religi. Jika ingin mengetahui seberapa tuanya masjid ini, coba ikuti semua penjabaran di bawah ini.

Sejarah Masjid Agung Demak

masjid agung demak tempo dulu

Menurut sejarahnya, Masjid Agung Demak ini sebelumnya adalah tempat berkumpulnya para walisongo yang sedang berusaha menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru di Jawa. Dengan tujuan tersebut akhirnya Raden Patah membangun sebuah masjid dengan gambar hewan serupa bulus yang merupakan candra sengkala memet.

Hewan bulus tersebut memang merupakan sebuah simbol dari masjid Demak yang dibuat sebagai ornament pada dinding masjid, dimana simbol tersebut sebagai bukti tahun pembangunan masjid ini yaitu pada tahun 1401. Artinya, 1 diambil dari tas kepala dari bulus, 4 diambil dari jumlah kaki bulus, 0 diambil dari bentuk badan bukatnya bulus dan angka 1 terakhir sebagai ekor dari bulus.

Masjid ini dianggap sebagai masjidnya para wali bersama kerajaan Demak, karena memang walisongo yang membangun bersama raja pertama kerajaan Demak. Sehingga menjadi masjid tertua dan peninggalan bersejarah kerajaan Demak.

Pendiri Masjid Agung Demak

raden patah pendiri masjid agung demak

Masjid agung demak ini dibangun oleh Raden Patah dan dibantu oleh para walisongo. Sebagai bentuk perwujudan keinginan untuk menyebarluaskan agama Islam, maka Raden Patah membangun Masjid Agung ini. Dan terus dikembangkan oleh raja-raja selanjutnya di kerajaan Demak, merawat dan melestarikan apa yang dimiliki masjid ini

Alamat Lokasi Masjid Agung Demak

alamat masjid agung demak

Lokasi Masjid Agung Demak ini terletak di kampung Kauman, kelurahan Bintoro, kabupaten Demak Jawa Tengah. Posisi tempat masjid ini persis di alun-alun serta pusat keramaian Demak, dan lokasinya itu pun sangat mudah ditemukan. Masjid ini juga tidak jauh dari makam Sunan Kalijaga di daerah Kadilangu dengan jarak 3 kilometer dari masjid, dan jarak tempuh dijalani dengan kendaraan mobil hanya memakan waktu 15 menit. Dengan begitu, tidak memakan waktu lama.

Arsitektur Masjid Agung Demak

arsitektur masjid agung demak

Secara arsitektur, masjid setua Masjid Agung Demak pastinya sudah mengalami banyak renovasi mengikuti perkembangan jaman. Dan mengikuti tren arsitektur, masjid ini merupakan cirri arsitektur tradisional Indonesia. Desainnya sederhana tapi kesan yang didapat tetap megah, indah dan karismatik.

Mulai dari atap, tiang hingga pintu mempunyai filosofi tersendiri. Seperti atap yang berbentuk limas bersusun tiga menggambarkan akidah seorang muslim yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Serta wujud masjid akulturasi budaya terhadap agama hindu.

Selain itu, ada empat tiang yang utama di bagian dalam masjid yang disebut saka guru atau saka tatal. Itulah yang dibuat oleh walisongo, dengan masing-masing arah dibuat oleh masing-masing walisongo.

Seperti bagian barat laut oleh sunan Bonang, bagian barat daya oleh Sunan Gunung Jati, bagian tenggara oleh Sunan Ampel, dan bagian Timur Laut oleh Sunan Kalijaga. Dan penamaan tiang tersebut asalnya dari pembuatan tiang dari serpihan-serpihan sisa kayu yang diikat.

Sedangkan, bagian pintu masjid dikenal dengan nama pintu Bledheg, artinya mampu menahan petir atau anti petir. Sebuah pintu dari kayu jati berukiran cantik dengan gambar dua kepala naga. Pintu tersebut dibuat oleh Ki Ageng Selo dan merupakan prasasti Candra Sengakal yang isinya Nogo Mulat Sarira Wani artinya penanda waktu. Tetapi akhirnya, pihak masjid malah memasukkan pintu tersebut dalam museum.

Ada bagian lain yang biasa disebut serambi majapahit, yaitu tempat orang-orang melakukan kegiatan membaca Al-quran. Merupakan serambi yang berukuran 31×15 meter dan memiliki 8 tiang dengan konstruksi ukiran kayu bergaya Majapahit.

Masjid agung demak ini tidak memakai kubah setengah bola seperti layaknya masjid zaman sekarang. Dizaman sekarang kubah masjid seolah olah wajib ada pada sebuah masjid, sehingga kita harus melihat daftar harga kubah masjid untuk membuat kubah setengah bola tersebut. Padahal bila mencotoh dari masjid agung demak ini hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Dalam masjid agung demak ini yang memakai kubah bukanlah masjidnya, melainkan menara yang berada di depan masjid. Menara tersebut berbentuk seperti bawang yang bewarna putih mengkilat, sehingga membuat nuansa masjid ini sangat klasik.

Menara beserta kubah tersebut dibuat dan didirakan langsung oleh Raden Patah beserta para Walisongo, sehingga tidak membutuhkan lagi kontraktor kubah masjid untuk membuat kubah tersebut.

Daya Tarik Masjid Agung Demak

Sebagai masjid tertua, Masjid Agung Demak pun juga mempunyai banyak daya tarik. Baik sebagai sebuah masjid yang merupakan tempat beribadah nan megah maupun sebagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Dua hal yang menjadi daya tarik masjid Demak ini adalah:

1. Kolam Wudhu

situs kolam wudhu masjid agung demak

Ini merupakan sebuah kolam, tapi bukan kolam biasa. Melainkan, merupakan sebuah kolam dengan ukuran 10×25 meter dengan tiga batu berukuran berbeda-beda. Yaitu batu yang lebih besar berwarna hitam dan berdiri tegak.

Sedangkan dua batu hitam lainnya tergeletak dengan batu-batu hias lainnya yang berukuran kecil. Ini merupakan salah satu spot menarik bagi pengunjung. Selain itu, kolam ini juga berfungsi pada masa kebakaran sebagai pemadam api yang menyala.

2. Makam di Masjid Agung Demak

Makam di Masjid Agung Demak´╗┐

Diketahui bahwa, masjid ini memang berada satu lokasi dengan tempat kompleks pemakaman Kesultanan Demak. Dengan begitu, ketika pengunjung datang untuk beribadah sekaligus bisa berziaurah ke makam tersebut. Yang mana makam-makam yang terdapat disana adalah makam Raden Patah sebagai raja pertama di Demak, makam Syekh Maulana Magribi, makam Pati Unus raja Demak ke 2, dan makam sultan Trenggono sebagai raja Dema ke 3.                         

Biasanya para wisatawan tersebut mendatangi makam-makam ini bersama rombongan para peziarah wali ataupun para pemudik yang berusaha menyempatkan diri datang ke pemakaman para Raja Demak ini ketika melalui jalur pantai utara.

3. Museum

museum masjid agung demak

Satu lagi daya tarik yang membuat Masjid Agung Demak ramai kedatangan pengunjung adalah museum. Tempat ini dibuka setiap hari Sabtu hingga Kamis, mulai dari jam 8 pagi hingga 4 sore. Selain hari itu, pengunjung tidak akan dilayani.

Layaknya museum, tempat ini memang mengkoleksi banyak barang yang berhubungan dengan perkembangan masjid Demak ataupun kerajaan Demak itu sendiri dimulai dari raja-rajanya serta perkembangan peradaban Islam.

Sebagai sebuah wisata religi, Masjid Agung Demak memang terlalu kuno dan tua walaupun sudah melalui banyak perbaikan dan renovasi sesuai perkembangan jaman. Masjid ini memiliki sejarah yang cukup panjang, dan tidak boleh dilupakan begitu saja.

Tetapi masih mempunyai daya tarik untuk bisa dikunjungi banyak orang. Untuk itu, kita sebagai pengunjung atau wisatawan yang bermaksud mengunjungi masjid ini haruslah menghargai bagaimana sejarah masjid ini dengan cara menghargai semua barang-barang peninggalannya.

Mengunjungi masjid ini berarti Anda menghargai sejarah bangsa sendiri, yaitu sejarah kerajaan Demak. Untuk itu, Anda pun akan mendapatkan banyak pengetahuan penting mengenai bangsa kita melalui masjid ini. Dan, tidak akan menyesal untuk mengunjunginya melihat ada beberapa kemenarikan yang bisa kita nikmati selain wisata religi ataupun beribadah di masjid ini. Tetaplah bersikap rendah hati atas semua apa yang kita punya, karena itu semua tidak abadi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *