Pengertian IPA Beserta Karakteristik Bidang Kajiannya

Pengertian IPA Beserta Karakteristik Bidang Kajiannya

Pengertian IPA – Ilmu pengetahuan alam atau IPA memiliki keterkaitan dengan cara mencari tahu mengenai alam dengan sistematis. Sehingga pengertian IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan berupa fakta, konsep atau prinsip saja.

Namun juga suatu proses penemuan. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam diharapkan bisa menjadi wahana untuk peserta didik dalam mempelajari alam sekitar dan diri sendiri. Serta prospek pengembangan lebih lanjut untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian IPA adalah proses pembelajaran yang menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung untuk dapat mengembangkan kompetensi. Supaya bisa memahami dan menjelaskan alam sekitar dengan ilmiah.

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam diarahkan untuk inkuiri serta berbuat. Dengan demikian, bisa membantu peserta didik mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai alam sekitar.

Pengertian IPA Menurut Para Ahli

Pengertian IPA Beserta Karakteristik Bidang Kajiannya

Menurut H.W. Fowler et-al IPA adalah ilmu yang sistematis yang dirumuskan yang berhubungan dengan gejala gejala kebendaan.

Serta didasarkan atas pengamatan dan induksi. Sementara itu, menurut Nokes pada bukunya yang berjudul ‘Science in Education‘ pengertian IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan teoritis yang didapatkan dengan sebuah metode khusus.

Dari dua macam pendapat tersebut sebenarnya tidak ada yang berbeda. Memang benar bahwa IPA adalah sebuah ilmu teori yang berdasarkan pada pengamatan, percobaan pada gejala alam.

Sebaik apapun teori yang dirumuskan, tidak bisa dipertahankan jika tidak sesuai dengan hasil pengamatan ataupun observasi.

Fakta mengenai gejala kebendaan atau alam diperiksa, diuji dan diselidiki berulang kali lewat berbagai macam percobaan atau eksperimen.

Lalu berdasarkan hasil eksperimen itulah keterangan ilmiah atau teorinya dirumuskan. Teori juga tidak bisa berdiri sendiri teori selalu berdasarkan pada sebuah hasil pengamatan.

Dengan demikian, dari sini bisa disimpulkan bahwa pengertian ilmu pengetahuan alam merupakan sebuah pengetahuan teoritis yang didapatkan atau disusun dengan sebuah cara khusus. Yakni dengan melakukan observasi, eksperimentasi, penyusunan teori, eksperimentasi, penyimpulan, observasi dan begitulah seterusnya.

Saling kait mengait antara cara satu dengan cara lainnya. Cara yang dilakukan untuk mendapatkan ilmu dengan metode seperti ini dikenal dengan metode ilmiah. Pada dasarnya, metode ilmiah adalah sebuah cara yang logis dalam memecahkan masalah tertentu.

4 Unsur Utama Hakikat IPA

Pengertian IPA Beserta Karakteristik Bidang Kajiannya

Secara umum Ilmu Pengetahuan Alam meliputi bidang kajian bumi antariksa, energi dan perubahannya, makhluk hidup dan proses kehidupan, serta materi lainnya.Sifatnya sebenarnya sangat berperan untuk membantu peserta didik dalam memahami fenomena alam.

IPA adalah sebuah pengetahuan ilmiah yakni pengetahuan yang sudah mengalami uji kebenaran lewat metode ilmiah. Dengan ciri-ciri metode objektif, universal, sistematis dan tentatif. Ilmu Pengetahuan Alam atau IPA adalah ilmu yang pokok bahasanya adalah alam dan semua isinya.

Merujuk dari pengertian ipa tersebut bisa disimpulkan hakikat ipa meliputi 4 unsur utama diantaranya adalah:

Sikap yang berupa rasa ingin tahu mengenai fenomena alam, benda, makhluk hidup dan juga hubungan sebab akibat yang dapat menimbulkan masalah baru. Yang bisa dipecahkan lewat prosedur yang benar karena IPA bersifat open ended.

Proses meliputi prosedur pemecahan masalah lewat metode ilmiah. Metode ilmiah meliputi perancangan eksperimen atau percobaan, penyusunan hipotesis, evaluasi, pengukuran serta penarikan kesimpulan.

Produk dalam unsur ini berupa prinsip, fakta, hukum dan teori.

Aplikasi meliputi penerapan metode ilmiah serta konsep IPA di dalam kehidupan sehari-hari.

Dari 4 unsur tersebut merupakan ciri Ilmu Pengetahuan Alam yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya.

Di dalam proses pembelajaran IPA, 4 unsur tersebut diharapkan bisa muncul dan peserta didik bisa mendapatkan proses pembelajaran dengan memahami fenomena alam. Lewat kegiatan pemecahan masalah, meniru cara ilmuwan bekerja dalam menemukan fakta baru dan dengan metode ilmiah.

Pembelajaran IPA masa kini cenderung peserta didik hanya mempelajari IPA sebagai produk saja. Menghafalkan konsep, hukum dan teori. Kondisi seperti ini semakin diperparah dengan pembelajaran yang berorientasi pada ujian atau tes. Sehingga IPA sebagai proses sikap serta aplikasi tidak tersentuh pada saat pembelajaran.

Karakteristik Bidang Kajian IPA

IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam didefinisikan sebagai pengetahuan yang didapatkan lewat pengumpulan data, menggunakan eksperimen, pengamatan, serta deduksi. Agar menghasilkan penjelasan dari sebuah gejala yang bisa dipercaya. Dalam IPA terdapat tiga kemampuan yaitu:

Kemampuan mengetahui apa yang diamati, kemampuan memprediksi apa yang belum diamati, serta kemampuan menguji tindak lanjut dari hasil eksperimen yang selanjutnya dikembangkan dengan sikap ilmiah.

Kegiatan dalam pembelajaran IPA meliputi pengembangan kemampuan mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, menyempurnakan jawaban tentang apa. mengapa dan bagaimana.

Memahami jawaban tentang gejala alam ataupun karakteristik dari alam sekitar. Hal ini dilakukan melalui cara sistematis yang diterapkan pada lingkungan dan juga teknologi. Kegiatan ini dikenal sebagai kegiatan ilmiah.

Kegiatan ilmiah didasarkan pada metode ilmiah. Sedangkan metode ilmiah dalam mempelajari IPA sudah diperkenalkan dari abad ke-16 oleh Galileo Galilei dan juga Fancis Bacon.

Yang meliputi menyusun hipotesa, mengidentifikasi masalah, memprediksi konsekuensi dari hipotesis, eksperimen untuk menguji prediksi, serta merumuskan hukum umum sederhana yang diorganisasikan dari hipotesis, prediksi, serta eksperimen.

Di dalam belajar IPA, siswa diarahkan untuk membandingkan hasil prediksi dari peserta didik dengan teori lewat eksperimen menggunakan metode ilmiah.

Dengan demikian, pendidikan IPA di sekolah diharapkan bisa menjadi wahana untuk para siswa mempelajari diri sendiri dan juga alam sekitar. Selain itu juga prospek pengembangan lebih lanjut untuk menerapkan dalam kehidupan sehari-hari yang berdasar pada metode ilmiah.

Pembelajaran Pengertian IPA di Sekolah

Lewat keterampilan proses pengembangan sikap dan nilai yang mencakup rasa ingin tahu, sabar, jujur, terbuka, kritis tidak percaya tahayul. Cermat, ulet, disiplin, serta peduli terhadap lingkungan dan memperhatikan keselamatan kerja, dan dapat bekerja dengan orang lain.

Dengan demikian pembelajaran IPA di sekolah sebaiknya dapat memberikan pengalaman pada siswa. Sehingga siswa bisa berkompeten untuk melakukan pengukuran berbagai besaran fisis.

Dapat menanamkan kepada peserta didik mengenai pentingnya pengamatan empiris untuk menguji suatu pertanyaan ilmiah atau hipotesis. Hipotesis bisa berasal dari pengamatan pada kejadian sehari-hari yang membutuhkan bukti secara ilmiah.

Lewat pengertian IPA dan proses pengajarannya, siswa bisa berpikir kuantitatif yang mendukung kegiatan belajar dan memperkenalkan dunia teknologi lewat kegiatan kreatif.

Untuk kegiatan perancangan dan pembuatan alat-alat sederhana serta keampuhan IPA dalam menjawab berbagai macam masalah.

Komponen Penting Ilmu Pengetahuan Alam

Terdapat tiga komponen penting yang terdapat dalam IPA. Komponen ini saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan. Diantaranya adalah IPA sebagai produk ilmiah. Ini merupakan kumpulan pengetahuan yang tersusun dalam bentuk fakta, prinsip, konsep, hukum dan juga teori.

Selanjutnya pengertian IPA sebagai proses ilmiah. Menyangkut proses atau cara kerja untuk memperoleh hasil atau produk. Ini dikenal sebagai proses ilmiah. Lewat proses ilmiah akan didapatkan temuan ilmiah. Keterampilan proses IPA merupakan keterampilan yang dilakukan para ilmuwan.

Sementara itu yang ketiga pengertian IPA sebagai pembelajaran yang merupakan salah satu tindakan edukatif yang dilaksanakan di dalam kelas. Tindakan ini bisa bersifat edukatif jika orientasi pada keterampilan pengembangan pengetahuan dan sikap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *